Bulan Romadhon telah berlalu dan bulan penuh rahmat itupun sangat membekas bagi orang yang beriman. Bagi orang yang beriman bulan Romadhon adalah bulan saatnya mendulang maghfiroh dan rahmat karena di buan Romadhon inilah amalan-amalan yang dikerjakan dilipatgandakan.
Selain orang yang beriman ada banyak juga orang Islam yang melakukan amalan amalan yang mungkin kuantitasnya sama dengan orang yang beriman. Bedanya ketika selesai bulan Romadhon, amalan-amalan yang dilakukan dibulan ROmadhon tetap dilakukan ketika di luar Romadhon sedangkan bagi orang yang mengaku beragam Islam banyak yang menghentikan kegiatannya walau amalan itu kecil.
Coba perhatikan ketika bulan Romadhon, begitu selesai sholat zhuhur berjamaah banyak yang berlomba-lomba mengaji Al Quran baik yang dibawa sendiri atau mengambil dari rak di masjid. Tapi selepas bulan Romadhon sepi.
Padahal Alloh SWT lebih menyukai kontinuitas dalam beribadah walau sedikit / kecil menurut kuantitas. Seperti mengaji Al quran tiap hari hanya selembar atau 2 halaman dibandingkan hanya di bulan romadhon satu hari satu juz sehingga khatam Al quran dibulan romadhon tapi diluar itu tak pernah dilakukannya lagi mengaji al quran.
Sungguh sangat disayangkan. Apakah Anda tetap melakukan amalan secara kontinu walau kecil kuantitasnya ?
Tidak mau ketinggalan artikel ? Subscribe RSS Dunia Fana !!
