Selama kos, kamar seringkali terlihat berantakan. Buku buku dan baju berserakan dimana mana.
Saudara dan teman yang datang ke tempat kos sering mengatakan “Kalau tidak bisa merapikan kamar cari yang bisa merapikannya, ya alias nikah”. Saya sering tertawa mendengarnya.
Mengapa selalu diidentikkan dengan harus segera menikah ya? Kalau tidak bisa menjadikan kamar menjadi rapi seharusnya diberitahu cara atau tindakan untuk merapikan kamar.
Tapi saya sih melihatnya sebagai bentuk kepedulian dan perhatian mereka terhadap diri ini. Siapa lagi yang melihatnya setelah diri ini.
Saya sering malu kalau para ustadz sudah membicarakan tentang kebersihan dimana Alloh SWT senang sekali keindahan. Malu kepada Alloh SWT.
Entah kapan diri ini bisa rapi tanpa dikaitkan dengan nikah. Katanya sih mulai saat ini. Mulai detik ini. Ampuh gak ya ?
Tidak mau ketinggalan artikel ? Subscribe RSS Dunia Fana !!
