“Gak ada waktu” ucap temanku saat diajak untuk membuat blog agar dibiasakan menulis. Benarkah tak ada waktu ?
Kubandingkan antara pekerjaanku dengan dia, ternyata sama antara waktu istirahat dia dan aku serta kesibukan diluar pekerjaan kantor. Saat berkunjung ke ruangannya ternyata dia sedang main game.
“Katanya gak ada waktu, kok main game bisa”
“Main game lain selain refreshing juga karena hobby”
“Nah kenapa nulis gak dijadikan hobby aja ? Jadi enak kan ngerjainnya. Sebenarnya kan alasan utama bukan gak ada waktu api malas aja ya”
“Iya sih”
Kalau dilihat percakapan di atas sering kita dapatkan ketika seseorang mengajak sesuatu yang sebenarnya bisa berguna bagi orang yang diajak namun biasanya karena malaslah sehingga orang itu mengatakan gak ada waktu. Dalam Al Quran disebutkan “Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S Al Ashr)
Mungkin karena belum terbiasa memenej waktu sehingga terkadang orang melupakan untuk mengatur sedemikian rupa dimana setiap orang mempunya waktu yang sama yaitu dalam satu hari satu malam itu 24 jam. Penulispun selalu mencoba untuk memenej waktu dengan baik namun terkadang apa yang sudah di menej belum dilaksanakan dengan baik. Membutuhkan komitmen yang kuat untuk mendisiplinkan memenej waktu itu. Semoga Alloh memberikan kasih sayang-Nya kepada kita agar kita dapat memenej waktu dengan baik. aamiin
Tidak mau ketinggalan artikel ? Subscribe RSS Dunia Fana !!
