Melihat lirik lagu Rhoma Irama yang berjudul Setetes Air Hina dalam album Soneta vol 12, dikatakan bahwa :
He, jangan mentang-mentang punya
Memandang orang tidak dengan sebelah mata
He, jangan mentang-mentang kuasa
Menyuruh orang tolak pinggang setinggi dada
Itu kesombongan (itu kesombongan)
Itu keangkuhan (itu keangkuhan)
Bukan pakaianmu tapi pakaian Tuhan
Yang berhak disembah oleh segenap alam
He, silakan punya dan kuasa
Tapi janganlah angkuh sombong pada sesama
Bukankah engkau dilahirkan telanjang
Tanpa sehelai benang
Kemudian berkat rahmat-Nya Tuhan
Kau bisa jadi orang
Tak malukah, tak sadarkah
Kaukira dirimu siapa
He, tidakkah kauperhatikan
Dari apakah dulu dirimu dijadikan
He, dari tetes air hina
Kau diciptakan lalu engkau disempurnakan
Itu kesombongan (itu kesombongan)
Itu keangkuhan (itu keangkuhan)
Tak pantas kausandang sebagai seorang insan
Yang tiada daya tanpa kehendak Tuhan
He, silakan punya dan kuasa
Tapi janganlah angkuh sombong pada sesama
kalimat dari tetes air hina lirik yang diberi BOLD.
KOMENTAR:
Manusia adalah makhluk mulia sehingga tidak mungkin manusia berasal dari tetes air hina tapi setetes air yang lemah. Sperma bukanlah air kencing tapi hasil dari intisari baik protein maupun saripati lainnya dan bertemunya dengan sel telur adalah karunia Alloh.
Pantas banyak ulama yang melarang musik karena dikhawatirkan ada kata kata yng mengakibatkan kufur ucap. Oleh karena itu bagi pengarang lagu kiranya dapat memperhatikan lirik yang diciptakan dan menjauhi apa yang dilarang Alloh.
