Khotib jum’at ini di masjid jami al Mustaqim adalah Ustadz Drs. H. Muhammad Haryanto
Innalhamdalillah, wa syukurillah, asyhaduanlaailaahaillallooh wahdahu laa syarikalah wa asyhaduanna muhammadarrosuulullooh, amma ba’du.
Hadirin sidang jum’at yang dimuliakan Alloh. Alloh menggerakkan kita untuk melakukan sholat jum’at, semoga pelaksanaan jum’at ini sebagai wasilah untuk mendapatkan pertolongan dan rahmat Alloh. aamiin.
Saat ini sudah jutaan umat Islam berada di tanah suci baik itu di Madinah maupun di Mekah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima yaitu menunaikan ibadah haji. Semoga para jemaah haji tersebut diberikan keleluasaan oleh Alloh dan haji mereka diterima dan menjadi haji mabrur. aamiin.
Dalam Islam, segala ibadah mempunyai dua aspek substansi yaitu hablumminalloh( hubungan manusia dengan Alloh) dan hablumminannaas (hubungan manusia dengan manusia). Demikian pula ibadah haji dimana disaat yang sama yaitu pada tanggal 9 zulhijah para jemaah haji melakukan wukuf.
Dengan cara ibadah yang sama, membaca bacaan yang sama, tidak ada perbedaan pelaku haji tersebut, semua membaca tasbih, tahmid, takbir dan tahlil dengan bahasa yang sama yaitu bahasa Arab.
Dua aspek tersebut yang menjadi syarat untuk bisa terhindar dari azab Alloh, terhindar dari kehinaan seperti tercantum dalam surat Ali Imron ayat 112.
Bagaimana mungkin Alloh memperhatikan secara cermat bila tidak taat kepada Alloh dan tanpa meningkatkan kualitas hablumminalloh. Walau begitu betapapun bagusnya kualitas kita terhadap Alloh jika kita kurang perhatian kepada manusia maka akan ditimpakan kehinaan walau di sisi hablumminalloh cukup baik.
“Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia maka ia tidak akan dikasihi oleh Alloh ( al hadits)
