Dalam post sebelumnya yaitu kartu nama sebagai alat marketing, kekuatan data dalam iklan, tanda tangan sebagai alat marketing disebutkan bahwa banyak cara dalam memasarkan suatu produk, kali ini yang akan saya bahas adalah kontroversi. Di benak orang jika ada kalimat atau bahasa yang mengenai pikiran maupun yang terdalam yaitu lubuk hatinya, maka dengan spontan akan berontak dan ingin mengetahui kenapa sesuatu itu melakukan hal yang menyimpang dari norma yang telah ada atau berlaku pada umumnya.
Namun ada juga orang ketika mendengar sesuatu yang dikategorikan menyimpang langsung menghakimi dengan nada ah dia ingin mencari sensasi dan ingin terkenal dan ada juga yang mengatakan itu hak dia melakukan itu, itulah cara yang ditempuhnya untuk terkenal. Hasil dari cara yang diambil oleh orang yang melakukan kontroversi sebagai suatu strategi pemasaran adalah tergantung topik atau tema yang diusung.
Sebagai contoh ketika Salman Rushdie mengeluarkan novel Satanic Versus, kontak umat Islam menghujat namun Barat membelanya. Juga Taslima Nasreen karena pandangan-pandangan dan tulisan-tulisannya yang melukai hati umat Islam.
Para blogger Indonesiapun ada yang mengusung strategi seperti ini. Terlepas dari strategi yang dipergunakan dalam memasarkan produknya, hanya saja jangan sampai menyinggung SARA karena efek reaksinya bisa sangat dahsyat seperti yang dialami Salman Rushdie. Di vonis hukum mati oleh almarhum Ayatulloh Khomeini.
